oleh

Goceng Pertama Pasca Banjir, Warga Pamanukan Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol 

PANTURA-SUBANG, (PERAKNEW).- Tanggul Sungai Cipunagara, Kabupaten Subang jebol karena tak kuat menahan debit air sungai yang sangat kencang karena kerap hujan lebat, hingga air meluap dan mengakibatkan bencana banjir di beberapa desa sekitar sungai, belum lama ini.

 

Faktanya, pasca banjir itu, nampak terlihat tanggul mengalami kerusakan parah hingga jebol dengan volume diperkirakan, panjang 20 meter, tinggi 12 meter dan lebar 5 meter.

Atas kejadian darurat bencana tersebut, pada Hari Rabu, (3/3/2021), tepatnya di Desa Bongas, Kec. Pamanukan, Kab. Subang, nampak Puluhan orang warga setempat bahu membahu penuh semangat bergotong royong melakukan perbaikan tanggul sungai yang jebol itu.

Selain pemuda dan bapak-bapaknya yang semangat bergotong royong, emak-emaknyapun ikut bahu membahu memasak menyiapkan makanan untuk kegiatan sosial tersebut.

Adapun perbaikan tanggul itu, menghabiskan 63 (enam puluh tiga) truk batu dan 5 truk berangkal yang dibiayai dari hasil swadaya masyarakat Subang Utara (SU) melalui gerakan Pemuda SU dengan jargon “Goceng Pertama” dibantu juga oleh pihak Pemdes Bongas.

Betapa tidak, tanggul yang jebol di sungai itu, ada 5 (lima) titik di Desa Bongas dan 2 (dua) titik di Desa Rancahilir, Kec. Pamanukan, tepatnya di Dusun Bojong Curug dan Bojong Gayam.

Salah seorang Staf Pemdes Bongas, Dadang mengatakan, “Alhamdulillah dengan gigih PSU mencari donatur untuk perbaikan tanggul ini bisa mengumpulkan Rp92 juta sampai hari Selasa (2/3/2021) kemarin, itupun kalau saya tidak salah info,” ungkapnya.

Untuk perbaikan tangg di Dusun Bojong Curug dan Dusun Bojong Gayam, baru saja dikerjakan dengan bahan materi batu menghabiskan 14 truk, namun belum optimal.

Disisi lain keterangan yang diberikan Satgas Desa Bongas, Somatri mengatakan, “Pemda Subang juga nyumbang 10 truk batu dan meminjamkan beko itu,” ungkap Somatri sambil menujuk ke mesin alat berat. (Atang S)

News Feed